Minggu, 23 Oktober 2011

dialog tiga orang

Pada suatu siang terjadi sebuah dialog diantara tiga orang, sebut saja Fina, Rany, dan Asti. Fina yang saat itu malas pulang kerumah walaupun dia sudah selesai kuliah memutuskan untuk kongkow-kongkow sambil nemenin tetem-temennya yang lagi ngerjain tugas kelompok. Lalu karena Fina ini seorang gadis yang imut seperti anak sapi, maka ia ingin minum ultramilk rasa stoberi. Namun,susu tersebut tidak tersedia di kopma(koperasi mahasiswa), Fina memutuskan untuk membeli susu di kopeg (koperasi pegawai), Rany dan Asti ikut menemani. Di jalan menuju kopeg lah terjadi percakapan antar gadis imut dan tak berdosa yang isinya kira-kira sebagai berikut.

Rany: Fin,kok lo ga beli susu di kopma aja sih?
Fina: Di kopma ga ada, adanya di kopeg
Rany: ooh, oia dikopeg ada makanan baru loh yang di jual, cilok.
Fina: oh pantesan aja kemarin Nadia makan cilok, gue kira beli dimana gataunya di kopeg ada toh.
Asti: cilok apaan siih?
Fina: lo ga pernah makan cilok?
Rany: ketauan nih waktu SD sekolahnya di sekolah swasta, ga kenal cilok. cilok itu aci di colok
Fina: iya,yang kaya cireng tapi di colok
Asti: aci apaan?terus kenapa di colok?
Rany: aci itu sagu, dicolok karena cara makannya gitu
Fina: jadi bentuknya bulat, ada sausnya terus makannya dicolok
Asti: jadi makannya di cocol gitu?
Fina: kurang lebih
Rany: kayanya karena gue sekolah di SD negeri jadi suka jajan yang aneh-aneh
Fina: iya nih
Asti: eh eh, gue juga pernah makan sejenis kerupuk gitu tapi di siram pake kuah cakwe,enak deh
Fina dan Rany liat-liatan
Fina &Rany: naah, itu malah gue ga pernah makan

Sabtu, 15 Oktober 2011

Sirup

Memasuki tahun ketiga dalam dunia perkuliahan berarti harus menghadapi materi yang lebih sulit, tugas yang lebih banyak, ujian yang soalnya lebih absurd, jadwal kuliah yang sampe sore, dan jerawat yang semakin banyak. Di tahun ketiga ini penulis harus berpisah dengan para partner in crimenya karena berada di kelas yang berbeda. Bosen, garing, datar , itulah yang dirasakan penulis pada awalnya, dan tekadang teman-teman sekelas penulis sekarang harus menahan gejolak pengen ngerajam penulis karena tingkat kejayusan penulis sekarang sudah mencapai boiling point. Hal ini disebabkan karena penulis jarang melampiaskan kejayusannya ( you should feel sorry to me guys). Di sela-sela kesibukan, kami berempat mengusahakan untuk mengadakan temu kangen setiap minggu, jadwal kelas yang berbeda menyebabkan kami jarang ketemu untuk membicarakan hal-hal yang ga penting dan untuk sekedar melepaskan diri dari stress semester 5. Makan siang di Detos, cabut kelas buat nonton di margo, cabut kelas untuk belanja di pasar BIPA, dan melakukan donor darah kami lakukan sebagai pelipur lara di semester ini. Untuk dua kegiatan yang di sebutkan paling akhir, akan di sediakan paragraf sendiri untuk menceritakannya.


Senin,10 oktober 2011 di FIB diselenggarakan ajang Pencarian jodoh jual beli antara mahasiswa asing dan mahasiswa pribumi. Bagi sekelompok orang tertentu, acara ini dapat menjadi ajang cuci mata, terutama jika yang ingin memperbaiki keturunan dengan cara menggaet pacar bule. Penulis dan teman-teman sendiri secara rutin ke pasar BIPA untuk berwisata kuliner, dan ngetawain dalam hati aksen mahasiswa asing kalo berbahasa Indonesia. Pada kesempatan kali ini, Indri dan Fina tidak dapat mengikuti pasar BIPA karena mereka ada kelas Bahasa Spanyol dasar, sementara penulis dan Mely tetap pergi ke pasar BIPA walaupun ada kelas. Sebelum jam operasi pasar di mulai, terlihat banyak orang sudah memadati pintu masuk. Karena males di kira mental terjajah, penulis dan Mely pergi muterin gedung 4 buat ngabisin waktu. Muterin gedung 4 sekali, belum buka pasarnya. Muterin 7 kali,eeeh jadi haji yang mabrur (engga deng). 


Setelah pasar di buka, kami pun berjalan sambil liat-liat jenis makanan yang di jual, tortilla yang di jual di stand mexico ( ga tertarik,bisa di beli di minimarket), kebab yang di jual di standturki (ga tertarik, bisa nemu di pinggir jalan), kue beras pedas yang di jual di stand korea (udah pernah 2 kali beli di pasar BIPA tahun kemarin). Akhirnya kami muter-muter cari makanan yang belum pernah kita makan, dan ketika kami lewat stand yang menjual bibimbap, penjualnya yang seorang pria korea mendekati kami dan berbisik "ayo beli,murah, hanya 10ribu", kami pun pergi berlalu sambil liat-liatan (baru sekali ada orang jualan yang bisik-bisik, siapa yang mau beli kalo jualannya begitu). Finally, ketika mencium aroma yang sedap di stand jajangmyeon, kami pun memutuskan untuk membeli panganan yang namanya susah untuk diucapkan itu. Sukses, kami pun beranjak ke luar kawasan pasar untuk menyantap makanan yang sudah tersaji di mangkok. Dengan penuh semangat kami ngaduk-ngaduk mienya agar tercampur dengan saus berwarna hitam yang berada di atas mie ( saking semangatnya ngaduk, saya sampai menodai baju putih yang saya pakai), setelah tercampur kami langsung melahapnya, haap, dikunyah, telan, dan terjadi hening yang panjang. Ternyata rasanya ga seenak aromanya, bahkan rasanya cenderung hambar. Dengan penuh sesal kami pun mencoba melahap sedikit demi sedikit. Putus asa dengan mie yang tak kunjung habis,kami pun beralih ke rencana B, yaitu nawarin mie itu ke teman-teman untuk mencobanya. Rencana B rupanya tidak sukses, maka dengan berat hati kami meninggalkan mangkuk berisi jajangmyeon diatas meja, walaupun kami tahu menyisakan makanan itu tidak baik, terutama saat di belahan dunia lain terjadi banyak kelaparan. Maafkan kami.


Makan babak pertama selesai, kami masih lapar. Menggingat insiden  jajangmyeon yang kami tertipu oleh aroma, maka kami memutuskan untuk menerapkan strategi baru dalam wisata kuliner kali ini, yaitu mencari stand yang penjualnya menarik (jangan ditiru). Dan pilihan kami jatuh kepada stand makanan Jepang. Kenapa kami memilih stand makanan Jepang? karena muka penjualnya seperti orang baik-baik,hahaha. Alhasil kami membeli makanan khas Jepang-yang saya lupa namanya apa- dan sekalian nanya-nanya kepada penjualnya tentang makanan yg di jual.

pertama saya bertanya : "ini makanan apa?"

penjual menjawab : "ini -biiiip(menyebutkan nama makanan yang saya lupa namanya)-"

saya nanya lagi : "ini rasa apa?"

penjual  nyebutin rasa makanannya dalam bahasa jepang

dalam hati saya : heyaa,nenek-nenek juga tau ,lah wong nama rasanya(yang dalam bhs Jepang) tertera di poster yang dipajang di atas stand, maksudnya saya nanya ialah supaya dijawab dengan Bahasa Indonesia, karena saya ga ngerti kalo dia ngejelasin rasa makanannya pake Bahasa Jepang, sekalian membantu mereka ngelancarin Bahasa Indonesia.

akhirnya saya nanya lagi sama penjualnya minta penjelasan rasa yang tadi.

ada kira-kira 5 orang Jepang di stand itu dan semuanya diam (kayanya lagi mikir)

tiga detik kemudian seorang pemuda Jepang menjawab pertanyaan saya dengan singkatnya : "sirup"

Saya diam, menghela napas, ngangguk dengan janggal, melakukan transaksi dan pergi.
Sirup, benar-benar jawaban yang singkat dan sangat general. Sampai sekarang saya belum tahu sirup rasa apa yang di maksud penjual. Sayang, penjualnya mirip sama tokoh-tokoh di film kamen rider, jadi saya harus cukup puas dengan jawaban yang ia berikan.
oia mengenai rasa dan tekstur makanan ini, bentuknya mirip dango , kata mely sih lebih mirip biji salak, terus rasanya hambar kalo ga pake sirup, dan rasa sirupnya ga kaya sirup waktu saya makan dango bakar manis di Jak-Japan Matsuri 2011, rasanya lebih mirip sirup gula merah. Tapi rasanya masih jauh lebih baik lah daripada jajangmyeon.

sambil makan kami ngeliat keadaan sekitar, wah rupanya cukup banyak orang yang foto bareng bule-termasuk dua orang teman kami-. Tapi kami ga ikut-ikutan, mely sendiri punya prinsip ga akan foto sama bule kecuali bule itu artis. Semester kemarin Mely pernah berfoto bareng bule, artis sih walaupun ga terkenal di Indonesia. Sehingga saya tidak bisa meledek Mely karena bule tersebut memenuhi syarat foto bareng. nasipp

Baiklah, sepertinya saya akan menyudahi tulisan ini. mengenai donor darah akan saya posing di postingan berikutnya.

salam loser


 

Selasa, 11 Oktober 2011

cramming bikin cram otak !!

 
Sudah lama blog ini ngga pernah ditulisin..
Hari ini penulis pengen berbagi tentang tulisan yang mungkin sedikit berguna buat kalian yang baca.
Seperti yang kalian ketahui (yaa, kalian, 3 dara imut bertubuh mungil !!) penulis selalu menggunakan cara belajar cramming setiap mau ujian. Ngga ada rentanan  abad yang terlalu jauh untuk bisa saya cramming. Emang sih mumet banget, tapi well, hanya butuh sehari, sehari yang sangat menggoda. Ketimbang harus belajar tiap malem. Tapi ini pemikiran penulis dulu, sebelum hari ini !!
Hari ini ada dua ujian yang bisa dikatakan sulit, yang satu memang harus baca, menghapal, dan memahami rentanan tiga abad dengan berbagai aspek kehidupan yang ada didalamnya, yang satu lagi harus banyak belajar dan berdoa supaya apa yang dipelajarilah yang keluar. Dilematis. Bingung mau cramming yang mana duluan. Akhirnya hari senin sekitar jam 3 penulis mulai menjalankan strategi cramming untuk mata kuliah yang harus banyak doa itu sampai jam 6 sore. Capek. Lalu penulis selingi dengan makan, mandi, dan main plant vs zombie sampe jam 7. Setelah itu dimulailah kembali pergulatan membaca mata kuliah ujian kedua. Awalnya sih semua materi masuk ke otak dengan cepat, tapi saat mendekati jam 10 malam sepertinya otak sudah mulai ngga bersahabat, padahal biasanya penulis bisa cramming sampe jam 2 pagi. Tapi ini bener-bener sakit, hampir mau muntah (bener-bener deh). Akhirnya mau gimana lagi, materi belum selesai dibaca, tapi daripada besok sakit, lebih baik istirahat dan lanjut subuh. Tapi apa daya saya baru bangun jam 4 dan cuma punya waktu dua jam untuk baca semua materinya, selama dua jam itu saya berusaha berkonsentrasi, dan yap tepat jam 6 pagi lagi-lagi saya kram otak. Saya langsung mandi sarapan dan menuju kampus dengan kepala yang masih bergoyang. Pokoknya ujian hari ini semaput. Tapi di ujian kali ini saya sadar juga betapa pentingnya nyicil belajar dan mencari makna kata dari awal bukan ditumpuk jadi satu hari (hati kecil berkata “ wooy, kalo gitu cepetan artiin pelajaran besok!! Jangan malah nulis sesuatu yang ngga penting!!). well 3 dara temanku, kalian selalu bilang bahwa saya ratu cramming, tapi saya mengundurkan diri dari gelar yang telah kalian berikan buat saya. Sebagai mantan ratu cramming saya mau bilang “katakana tidak pada cramming teman-teman!!” cramming membuat otak semaput, sakit kepala, dan dada berdebar lebih kencang. Soo, tolong ingatkan saya untuk mulai melepaskan strategi cramming. Buat kamu yang ngga yakin kalo kamu bisa menguasai tehnik ini,jangan coba. Yang ada otak kram dan nilai terjun bebas. N0 CRAMMING !!yeeaahh !!

Minggu, 16 Januari 2011

blog apa ini?

banyak teman-teman saya yg bilang blog ini adalah blog komedi setelah melihat dan membaca blog ini. Sebenarnya blog ini merupakan het dagboek atau buku harian yang digunakan para anggotanya untuk tetap menjaga komunikasi selama libur semesteran. Kalau memang cerita dalam blog ini rada jayus dan bodoh, memang kenyataannya begitu. Kami hanya mengangkat realita yang kami alami,walaupun realita yang terjadi lumayan nyeleneh dari kenyataan orang normal kebanyakan. Karena memang kami bukan orang kebanyakan, sebenarnya saya adalah power ranger pink,oke ga lucu lebih baik lanjut ceritanya. Pada awalnya kami sangat antusias untuk membuat blog, kesannya hi-tech gituu, tapi kami sadar bahwa tidak ada seorangpun diantarakami yang bisa buat blog, jangankan buat blog buat footnote di ms word aja ga bisa. Mungkin pembaca bertanya-tanya dalam hati, jangan-jangan mereka masih menulis diatas daun lontar, hidup nomaden dan bicara uguu gaga. KAMI TIDAK SEPRIMITIF ITU. Tapi gabisa buat blog ditahun 2010  kesannya memang kaya internet belum masuk desa, syukurlah ada google yang ngasih tau cara bikin blog dan jadilah blog ini. 


Sulit untuk menemukan nama yang pas untuk blog ini, penciptanya adalah empat orang gadis, kalo namanya "manis manja grup" nanti bisa dituntut salah satu grup dangdut (walaupun kita memang manis-yg mau muntah silahkan), kalo ngasih nama "empat orang gadis" bisa ngundang pedofil-apalagi muka kita kaya bocah terus tinggi cuma semeter setengah, akhirnya thatswhatfriendsarefour dipilih menjadi nama email, karena kita berempat dan (alhamdulillah) masih temenan. Sementara nama blog ridibersaudara, di ambil dari kata ridiculous dan kata bersaudara biar lebih terikat aja, kaya gerombolan si berat dalam komik donal bebek, kan saudara kriminil tuh. Singkatnya, kebodohan kami bisa menjadi alat pengikat yang bisa bersifat kriminil. Keempat pengelola blog ini menulis secara bergantian, satu tulisan satu orang. Jadi ketika pertama kali menulis tentang profil masing-masing anggota, kami kebagian untuk mendeskripsikan teman kami tanpa mengetahui tulisan teman kami tentang kita sendiri. Mungkin pembaca merasakan setiap tulisan mempunyai cirinya tersendiri, karena memang yang nulis berbeda-beda.

Ada kalanya kami sangat antusias dengan blog ini, sampai-hampai hampir setiap hari ngecekin jumlah pengunjung blog ini,haha konyol memang. Pernah satu kali meli iseng ngetik kata ridibersaudara di mesin pencari google, dan ternyata postingan tentang karawitan jawa di blog ini digunakan sebagai referensi untuk mengetahui tentang karawitan jawa yang digunakan di suatu blog, sungguh ajaib. Jika dosen saja mengatakan wikipedia merupakan sumber yang tidak ilmiah, apalagi blog ini. Bayangkan jika dalam daftar pustaka ditulis sumber http://ridibersaudara-gapenting.blogspot.com . di blognya aja ada tulisan ga penting, sungguh konyol. Walaupun demikian, untuk menepis bahwa blog ini merupakan blog komedi, penulis berinisiatif untuk membuat postingan yang dapat berguna bagi pembaca, contohnya postingan tentang karawitan jawa dan tentang musik klasik perancis. 


sambil makan sojyoy fruit soy bar penulis mikir mau nulis apa lagi. oh ya ngomong-ngomong soal soyjoy, penulis bingung kenapa para princess di iklan soyjoy mau makan snack ini. Karena rasa snack ini sungguh tidak biasa, rasanya aneh. Mungkin tema iklan princess dapat menarik hati konsumer (termasuk penulis), Gila putri salju aja makan soyjoy masa kita engga? Saya jadi terpikir untuk membuat iklan produk semen yang menampilkan disney princess sebagai bintangnya, mungkin para pekerja bangunan setelah menonton iklan tersebut akan berpikir, Gila cinderella aja ngecor tembok pake semen X, masa kita engga? wah pasti produk itu akan laku keras. karena batangan soyjoy saya sudah mau habis jadi saya sudahi saja postingan ini. Untuk ke depannya saya berharap blog ini dapat berguna bagi orang-orang terpilih yang membacanya. Walaupun blog ini berkesan komedi,semoga dengan kekonyolan kami dapat membuat anda tersenyum. Akhir kata terima kasih, tiada kesan tanpa kehadiranmu (kaya undangan ulang tahun bocah )




satu lagi postingan ga jelas dari mayora

Jumat, 07 Januari 2011

musik klasik perancis

Bagi yang minat sama musik klasik atau ingin tahu tentang kebudayaan Perancis. semoga postingan-yg tadinya bahan mentah makalah-ini dapat membantu.Cekidot




Musik Klasik di Perancis

Bagi orang Perancis kebudayaan adalah hal yang sangat penting Oleh karena itu Perancis dikenal sebagai negara yang kaya akan seni dan budaya, termasuk seni musik.

Perancis sendiri memiliki beragam jenis musik. Mulai dari musik folk yang tersebar di Brittany, Limousin, Gascony, Corsica dan Auvergne, musik jazz yang populer di Paris sejak tahun 1920, musik funk/techno, musik rock yang mulai berkembang sejak tahun 80-an,  musik hip hop, musik rai, dan musik klasik.

Era klasik di Eropa termasuk Perancis berkembang sejak 1750-1820. Meskipun hanya berlangsung selama 70 tahun, tetapi ada perubahan besar yang mempengaruhi perkembangan musik pada masa itu.


Musisi-musisi klasik terkenal di Perancis

  1. Hector Berlioz
Hector Berlioz dilahirkan di Lyons di Isère, Perancis pada tahun 1903. Ayahnya adalah seorang dokter, dan dia juga memulai studi medis atas perintah ayahnya. Tetapi pada tahun 1824 Hector berhenti dari sekolah medis dan menjadi seorang musisi. Pada 1826 ia memasuki Konservatorium di Paris sebagai seorang mahasiswa. Hector tidak berasal dari keluarga kaya, karenanya ia membiayai kehidupannya dengan menulis, menyanyi dan mengajar. Pada saat itulah dia sudah mulai menulis musik. Hamlet salah satu drama Shakespeare menjadi salah satu faktor pendukung Hector menyukai musik. Tidak hanya membuatnya menyukai musik, tetapi juga membuatnya jatuh cinta dengan Harriet Smithson, yang bermain sebagai Ophelia, kecintaanya pada kedua hal itu memainkan peranan besar dalam penulisan Symphonie Fantastique, yang sampai hari masih menjadi salah satu karya terbaik Berlioz.
 Sejak berhasil dengan pertunjukan pertamanya pada tahun 1839, nama Berlioz mulai terkenal di seluruh eropa. Perjalanan Eropa ini berlanjut selama beberapa tahun, dan Berlioz terus menulis karya-karya baru. Salah satu karya terkenal muncul dari periode ini - La Damnation de Faust - yang mengikuti cerita Faust Goethe. Ia juga menulis sebuah opera, yaitu The Trojans. Berlioz merupakan salah satu musisi klasik terbaik Perancis, karena ia telah berhasil memberi warna baru dengan musiknya yang ideal romantis yang mewakili alam.
Berlioz adalah seorang komposer yang pantang menyerah, walau pada awalnya ditolak masyarakat Perancis, ia tetap berkarya, dan kini musiknya menjadi inspirasi bagi musisi lainnya.
Karya-karya Terbaik Hector Berlioz
J  Symphony Fantastique
J  Roma Karnaval
J  Damnation de Faust
J  Requiem, Grande Masse des Morts


  1. Georges Bizet
Lahir di Paris, Georges Bizet adalah seorang anak ajaib musik, ia memasuki Konservatorium Paris tak lama sebelum ulang tahunnya yang ke-10. Pada 1857 ia memenangkan Prix de Roma, sehingga dia mendapatkan beasiswa untuk belajar di Roma selama tiga tahun. Terlepas dari masa itu ia melewati seluruh hidupnya di Paris. Setelah kembali dari Roma, ia menulis beberapa opera, termasuk The Pearl Fisher, dan Simfoni Pertama. Selain sebagai seorang komposer, Bizet adalah seorang pianis yang handal. Carmen adalah salah satu karya terbaik Bizet. Carmen menggambarkan kecemburuan, gairah dan seksualitas, yang besar, dan masih sangat populer sampai memasuki abad ke-21. Carmen mendapat banyak pujian dari musisi-musisi zaman itu seperti Tchaikovsky dan Debussy. Namun kesuksesan Carmen hanya sebentar dirasakan oleh Bizet, karena ia meninggal beberapa bulan setelah pertunjukan pertamanya.

Karya Terbaik Georges Bizet
J  Carmen


  1. Achille-Claude Debussy
Seorang  komponis berkebangsaan Perancis. Musiknya dianggap sebagai peralihan dari zaman musik romantik ke musik modern di awal abad ke-20. Ia sudah bergelut dengan musik sejak umur tujuh tahun dengan piano. Pada usia sepuluh tahun, ia memasuki Konservatorium Paris untuk melanjutkan pendidikan - ia kemudian meninggalkan rencananya untuk menjadi seorang pianis dan difokuskan lebih pada membuat musik. Ia memenangkan Prix de Roma pada tahun 1884. Pada tahun 1894 Debussy berhasil menyelesaikan sebuah  orkestra yaitu, Prelude à 'L'Après-midi d'un faune (Prelude to the Afternoon of a Fawn). Dalam karya orkestra ini Debussy sangat menonjolkan sisi impresionisnya. Gaya ini cenderung menggambarkan subjeknya dalam bermusik, ia dapat membuat musik yang lembut namun Pada tahun 1900 ia menyelesaikan Debussy Nocturnes, pada tahun 1902 satu-satunya opera yang berhasil dia ciptakan adalah Pelléas opera et Mélisande, dan opera itu berhasil membawa namanya kian menanjak. La Mer karyanya yang diselesaikan tahun 1905, yang sangat impresionistis musik, dengan musik indah dan deskriptif. Claude Debussy merupakan composer Perancis yang mempengaruhi gaya musik dunia, gayanya dalam bermusik bahkan mempengaruhi komposer-komposer setelah zamannya.
Karya-karya Terbaik Debussy
J  Prelude à 'L'Après-midi d'un Faune
J  Claire de Lune
J  Nocturnes
J  Pelléas et Mélisande
J  La Mer

4.      Maurice Ravel
Maurice Ravel lahir di Ciboure, selatan Biarritz di selatan sudut barat Perancis, pada tahun 1875. Ketika masih muda keluarganya pindah ke Paris, meskipun Ravel adalah untuk kembali ke Ciboure di kemudian hari. Dia mulai les piano pada usia tujuh tahun, dan menyusun potongan-potongan pendek pada usia 12 atau 13. Orangtuanya, meskipun bukan musisi tetapi mendorong ia untuk bermusik dan ia belajar di Konservatorium Paris. Dia sangat dipengaruhi oleh Liszt dalam permainan piano.
Sebagai pengalih perhatian dari studinya Ravel jatuh dengan sekelompok seniman dan musisi ternama untuk 'hidup itu' disebut Apache. Tiras tinggal di Konservatorium untuk 14 tahun yang luar biasa, dengan Faure sebagai guru. Sementara di Konservatorium dia masuk sering, tapi tidak pernah menang, kompetisi untuk Prix de Roma - yang terakhir kali untuk pahit kontroversi.
Ravel adalah untuk kemudian dikenal sebagai 'impresionis' musisi, bersama dengan Claude Debussy. Namun musiknya juga sangat terstruktur dalam bentuk - Stravinsky menyebutnya "pembuat jam Swiss".
Salah satu karya awal Ravels, adalah Daphnis opera et Chloé. Tiga tahun dalam pembuatan, dan banyak perjalanan perselisihan tentang choregraphy dan kompleksitas, sekarang opera ini dianggap sebagai mahakarya Ravel.
Bolero berpaling tangan untuk banyak karya piano, opera, musik orkestra, musik kamar dan lagu-lagu tahun-tahun berikutnya, dengan karya-karya kemudian menjadi lebih jarang dan tanpa nada.



Selama perang dunia pertama dan dia menjadi supir truk, ia terus menulis dan bermain, terutama di sekitar Paris. Namun pada tahun 1920 ia meninggalkan Paris dan membuat musik, dengan siapa ia tidak pernah memiliki hubungan dekat (dating kembali ke perselisihan tentang mengapa ia tidak memenangkan Prix de Roma tahun 1915), untuk kembali ke pedesaan Prancis. Pada tahun 1928 dia mengelilingi Amerika, menerima tepuk tangan meriah di New York - kontras dengan resepsi sebelumnya di Paris.
Potongan terakhir musik saya harus menyebutkan secara khusus adalah Pavane pour une Infante défunte, sepotong musik piano yang ditulis pada tahun 1899 dan kemudian diatur pada tahun 1910. Ini adalah versi orkestra yang dimainkan secara lebih luas saat ini. Hanya cukup music pendek, tapi merancang dengan indahnya dan indah untuk didengar.
Pada tahun-tahun sejak 1932, setelah kecelakaan mobil menuju kesehatan yang buruk, ia jauh kurang produktif. Operasi untuk memperbaiki kesehatan adalah kegagalan dan ia meninggal, pada tahun 1937.
Karya-karya terbaik Ravel
J  Bolero
J  Daphne et Chloé
J  Pavane pour une infante défunte






5.      Lili Boulanger
Lili Boulanger dilahirkan dalam sebuah keluarga musik – kakaknya, Nadia Boulanger menggambarkan bagaimana dalam rumah tangga mereka "Setiap orang bermain musik. Musik adalah awal dan tengah bagian dari keberadaan kita." Ibu dan neneknya adalah penyanyi, kakak musisi, dan ayahnya yang diakui komponis.
Ayahnya  Lili meninggal ketika ia baru enam tahun, dan Nadia percaya bahwa bahan ini memainkan peran penting dalam Lili keinginan untuk mengekspresikan dirinya melalui musik dengan menjadi seorang komponis.
Pada saat ia berusia 16 tahun, Lili sudah memberi tahu keluarganya ia ingin menjadi seorang komposer, pilihan yang tidak biasa bagi seorang wanita muda, bahkan di keluarga Boulanger. Pada saat ia mulai belajar komposisi Lili Boulanger itu sebenarnya sudah menulis beberapa komposisi - kebanyakan karya-karya suci, dan piano

Semangatnya terus pada tahun 1910 ketika pelajaran dimulai, dan membuat kemajuan pesat, dengan pelajaran setiap hari, termasuk akhir pekan. Dua tahun kemudian ia berhasil mendapatkan pengakuan ke Akademi Musik, di mana ia belajar komposisi sampai 1913.

Hal ini diikuti oleh Cantata, di Faust et Hélène Cantata, yang memenangkan hadiah yang penting, Prix de Roma, pada tahun 1913 dan memperoleh lima tahun beasiswa internasional dan ketenaran internasional. Lili Boulanger segera menandatangani kontrak yang termasuk gaji tahunan tetap, dan publikasi karya-karyanya. Sayangnya hanya setelah tiba di Roma Maret 1914, perang pecah pada bulan Agustus tahun itu. Lili kemudian menjadi terlalu terlibat dalam pekerjaan amal, dengan adiknya, untuk menemukan banyak waktu untuk menyusun.

Kesehatan Lili tidak pernah sangat bagus, dan tahun 1916 ia diberitahu bahwa ia hanya punya dua tahun lagi untuk hidup. Alih-alih mendemotivasi Lili, periode ini adalah salah satu kreativitas yang sangat besar ketika ia bergegas untuk menyelesaikan pekerjaan yang dia sudah mulai, termasuk sebuah opera La Princesse Maleine. Setiap periode perbaikan kesehatan diisi dengan terburu-buru untuk bekerja, dan ketika itu tidak mungkin dia akan mendikte musik untuk Nadia.

Pada 1917 kesehatannya sangat buruk, dan mendiktekan yang terakhir bekerja, Pie Jesu, untuk Nadia. Dia meninggal Maret 1918 pada usia 24, tanpa pernah menyelesaikan opera.

Karya terbaik Lili Boulange
J  The Cantata 'Faust et Hélène
J  D’un soir Triste

Rabu, 29 Desember 2010

jakarta=macet

Saya tahu kalau jakarta itu macet, bukan hal baru karena berita tentang kemacetan Jakarta bagaikan makanan sehari-hari yang dihidangkan oleh media-media Indonesia. Namun, saya baru merasakan kemacetan jakarta ketika menginjak bangku kuliah. Bersekolah di SD,SMP dan SMA  yang berada dekat rumah, membuat saya tidak mengenal dengan kemacetan Jakarta. SD, SMP diseberang rumah, tinggal jalan kaki kalau mau sekolah, SMA naik ojek.
Bertempat tinggal di slipi, Jakarta barat dan menggantungkan cita-cita di universitas yang berada di pinggiran kota (baca: depok) membuat saya harus bersusah payah memeras darah menaiki bus yang melewati berbagai jalan protocol di Jakarta. Naik bus jurusan grogol- depok memberikan saya banyak pengalaman. Pertama kali naik bus itu aja saya sudah melihat kecelakaan, motor nabrak separator busway.  Selama satu setengah tahun berkuliah saya telah mengumpulkan banyak kenangan-kenangan tentang kecelakaan ibukota. 

Pernah liat dua motor saling bertabrakan? Saya pernah

Pernah liat motor nyerosot dan pengendaranya masuk ke kolong bus yang Anda tumpangi? Saya pernah

Pernah liat dipinggiran rel kereta api banyak orang berkumpul dan ngeliatin sesuatu  yang ditutupi Koran? Saya pernah

Pernah duduk di dasbor bus kaya pajangan anjing-anjingan? Saya pernah (oke yang ini bukan kecelakaan)

Pernah baca tulisan ga jelas kaya ini? Semoga ga sering-sering

Intinya adalah saya lebih suka tinggal jauh dari kemacetan ibu kota. Memiliki rumah kecil dengan pagar putih ,memilih kebun buah dan sayuran untuk menghias halaman, berkendara dengan sepeda, rasanya lebih damai dibandingkan hidup saya sekarang ini di Jakarta. 

Senin, 08 November 2010

UTS dan cramming

Wah sudah lama blog ini tidak dijamah tangan manusia, rasanya gatel pengen nulis tapi ga ada waktu buat nulis dan bingung mau nulis apa. Alasan pertama cukup masuk akal karena penulis dan kawan-kawan sibuk cramming tiap malam buat uts(jangan ditiru). Bicara soal cramming, penulis jadi teringat dengan salah satu partner in crime penulis yaitu Mely yang dijuluki RATU CRAMMING oleh teman-teman satu jurusan. Alasan mengapa Mely dapat julukan ini simple saja, ya karena Mely memang ahli dengan jurus menghapal yang satu ini. Bermodalkan kopi susu, Mely dapat terus on semalaman demi menghapal materi uts yang bisa berbab-bab (paling parah mata kuliah perkembangan kesusastraan yang bahannya dari abad 15 sampai 18), lumayan bikin semaput juga tuh ngapalin materi 400 tahun dalam waktu semalam. Tapi itulah kelebihan Mely sang bocah ajaib yang entah kenapa waktu SMA masuk jurusan IPA padahal detektor otak jelas-jelas menunjukkan bahwa dia cocok di bidang sosial.

 Penulis sendiri cuma mampu cramming sampai jam setengah sebelas malam, lebih baik tidur deh daripada bela-belain ga tidur cuma buat belajar yang dapat dipastikan materinya gak masuk keotak akibat ga bisa ngeliat tulisan dengan jelas karena mata sepet dan mengantuk. Disamping itu cramming mempunyai kelebihan antara lain ; jadi selama kuliah tiap hari kita ga perlu mikirin pelajaran,main aja,nonton dvd,berhedonria, sehari sebelum hari H baru kita cramming sampai pagi. Nah jadinya kan cuma kerja keras sehari, selebih itu bisa santai. Mungkin pembaca bertanya bagaimana dengan nilai kita ketika menggunakan jurus cramming, penulis hanya mengatakan kemampuan mengingat  orang itu berbeda-beda, ada yang berhasil dengan metode cramming ini dan ada juga yang berdarah-darah. Kalo mau cari aman mendingan belajar rutin aja tiap malam, jadi kalo mau tes juga ga merasa berat belajarnya. Walau penulis cuma ber-IP tiga koma dikit , namun tulisan ini dapat dipercaya. Lewat memperhatikan cara belajar teman-teman penulis selama satu tahun lebih, penulis dapat menyimpulkan bahwa setiap orang mempunyai cara belajar yang berbeda-beda. Ada teman penulis yang selalu me-re-write catatannya dari tulisan yang dapat dibaca hingga menjadi tulisan yang indah dibaca. Penulis sendiri kebagian untungnya, tinggal foto copy aja tuh catatan rebes deh-Tapi ingat jangan di foto copy perkecil buat kebetan, menyontek itu tidak baik kawan. Ada juga sekelompok orang yang mengandalkan metode cramming seperti Mely, Mely sendiri dapat dibilang sukses karena nilainya bagus walau memakai metode cramming.
akhir kata penulis memplagiat semboyan salah satu produk kesehatan,
Ingin pintar makanya belajar.
satu lagi postingan ga jelas dari mayora